Kota Madiun Makin Padat Penduduk, Satpol PP Dan Damkar Ajak Masyarakat Pahami Dasar Penanggulangan Bencana




MADIUN - Wilayah Kota Madiun semakin padat pemukiman penduduk. Karenanya, potensi api menjalar semakin tinggi ketika kasus kebakaran terjadi. Untuk itu, diharapkan seluruh lapisan masyarakat memiliki pengetahuan dasar penanggulangan bencana. Tak terkecuali, perempuan.

"Selama periode Januari hingga April 2024, setidaknya ada 16 kasus kebakaran. 2 kebakaran mobil, 9 kebakaran lahan, dan 5 lainnya kebakaran rumah," ujar Kepala Satpol PP Dan Damkar Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono, Selasa (21/5).

Kebakaran rumah, menurut Sunardi, bisa terjadi karena berbagai faktor pemicu. Misalnya, akibat kebocoran gas atau korsleting listrik yang paling banyak terjadi.

Karenanya, Satpol PP Dan Damkar Kota Madiun terus aktif memberikan sosialisasi melalui berbagai cara. Seperti, menempelkan stiker kontak darurat yang bisa dihubungi masyarakat maupun praktek penanggulangan bencana kebakaran.

Sunardi pun mengatakan, satu hal yang penting dilakukan ketika kebakaran adalah jangan panik. Kemudian, segera melapor kepada petugas damkar. Masyarakat juga dapat melakukan pemadaman dengan alat seadanya sembari menunggu petugas datang. Misalnya, menutup benda yang terbakar dengan handuk atau kain basah, menyemprotkan APAR jika ada, melepas regulator gas, atau mematikan saluran listrik.

"Petugas kami siap siaga 24 jam. Segera hubungi petugas jika ada kejadian darurat," tandasnya. (Ws Hendro/irs/madiuntoday)