Bea Cukai Madiun Musnahkan 760.220 Batang Rokok Ilegal, Petugas Tingkatkan Pantauan Peredaran Secara Online




MADIUN – Peredaran rokok ilegal masih cukup tinggi di Kota Madiun. Buktinya, petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun (KPPBC TMP C Madiun) berhasil mendapatkan sebanyak 760.220 batang rokok ilegal hanya dalam waktu tiga bulan. Ratusan ribu batang rokok ilegal itu didapat dari penindakan periode Desember 2023 hingga Februari 2024 lalu. Rokok polos itu akhirnya dimusnahkan bersama hasil penindakan Barang kena Cukai (BKC) lain di Kantor Bea Cukai Madiun, Selasa (21/5).

Kepala KPPBC TMP C Madiun, P Dwi Jogyastara menyebut sebagian besar temuan rokok ilegal tersebut didapat dari operasi pasar, toko, kios, dan warung. Selain itu, juga ada temuan melalui pengiriman paket dan kendaraan umum. Pihaknya juga bekerja sama dengan kurir jasa pengiriman barang. Sebab, di era sekarang ini tak menutup kemungkinan peredaran BKC salah satunya rokok ilegal juga secara online.

‘’Teman-teman Baladewa Skuad juga aktif cyber scrolling untuk memantau peredaran BKC, baik itu rokok ilegal maupun minuman beralkohol di internet. Mulai medsos, market place, dan lain sebagainya,’’ kata Kepala KPPBC TMP C Madiun, P Dwi Jogyastara.

Bahkan, diakuinya sejumlah pengungkapan berangkat dari informasi di dunia digital. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kantor Bea Cukai daerah lain di tanah air terkait peredaran BKC secara online tersebut. Setiap temuan informasi akan diteruskan ke Kantor Bea Cukai yang disinyalir menjadi daerah tujuan pengiriman.

‘’Pada prinsipnya kami terus mengoptimalkan penekanan rokok ilegal yang dilakukan baik secara konvensional maupun secara online,’’ tegasnya.

Sebanyak ratusan ribu batang rokok ilegal itu setidaknya bernilai hingga Rp 1 miliar lebih dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 700 juta. Selain itu, pihaknya juga berhasil menangkap peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Ngawi yang dikirim melalui jalur tol. Dari penangkapan itu pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 1.524.000 batang rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp 2,1 miliar lebih. Sedang potensi kerugian negara sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Tiga pelaku pengiriman pun sudah dilakukan penahanan. Yakni, penyedia kendaraan, sopir, dan kernet. Sedang barang bukti juga akan dimusnahkan dengan Kejaksaan Negeri Madiun sebagai eksekutornya. (dspp/agi/madiuntoday)