Waspada Wabah DBD, Pemkot Madiun Ajak Warga Galakkan PSN




MADIUN - Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami lonjakan pasien selama musim penghujan tiba. Hingga 30 November 2023, tercatat 132 pasien terjangkit DBD sejak awal tahun. Dengan kasus kematian 1 orang.

Untuk itu, Pemkot Madiun mengajak masyarakat agar menggalakkan kembali program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat resmi Sekretariat Daerah Kota Madiun perihal kewaspadaan dini pengendalian DBD di Kota Madiun yang ditandatangani oleh Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, 1 Desember 2023.

"Waspada terhadap keberadaan jentik Aedes Aegypti di sekitar lingkungan kerja, sekolah, maupun rumah," ujarnya.

Soeko pun mengimbau pengaktifan juru pemantau jentik rumah, juru pemantau jentik kantor, maupun kader PSN sekolah untuk selalu memperhatikan tempat penampungan air. Serta, terus memberikan sosialisasi pencegahan DBD di lingkungan masyarakat maupun sekolah.

Lebih lanjut, Soeko juga mengimbau masyarakat menyelenggarakan kegiatan kerja bakti secara rutin agar menghilangkan sarang indukan nyamuk demam berdarah. Serta, pemberian larvasida secara selektif.

"Bila ditemukan warga yang panas dengan sebab tidak jelas selama 2-7 hari segera bawa ke fasilitas kesehatan," imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Pemkot Madiun, kasus DBD selama 2023 sempat meninggi pada musim penghujan Januari - Maret. Kemudian, kasus melandai pada musim kemarau April - Oktober. Lonjakan kasus kembali terjadi seiring datangnya musim penghujan November - Desember.

Dari 132 pasien tersebut, 65,13 persen di antaranya adalah anak usia sekolah. Baik tingkat SD hingga SMA/sederajat.

Sebaran pasien terbanyak ada di Kecamatan Taman. Yakni, 50 kasus. Sedangkan, di Kecamatan Kartoharjo ada 46 kasus dan Manguharjo 36 kasus.

"Karenanya, diharapkan sekolah meningkatkan kegiatan PSN di lingkungan masing-masing," tandasnya. (Vincent/irs/madiuntoday)